Cerita Sex Preman Perkosa Mahasiswi Ditoilet

Para penumpang yang merasa tidak nyaman didalam metromini karena sudah lama didalam dan juga kepanasan terlihat raut muka mereka nampak kesal sekali. Yah mau bagaimana lagi, supir bus terpaksa ngetime demi mendapatkan pengahsilan yang cukup untuk keluarganya.

Bagi para penumpang tidak ada pilihan lain selain bersabar, namanya juga naik angkutan umum. Metromini yang masih ngetime lama siang itu naiklah oleh seorang pria berumur kisaran 30 tahunan dengan pakain rapi namun wjahnya garang, nampaknya dia preman.

Sebut saja nama dia Mat Codet, dengan bekas luka wajah dia nampak garang sekali, apalagi saaat itu nafas Mat Codet beraroma minuman alcohol, semakin menyeramkan saja dia. Dengan setengah mabuk dia mulai beraksi meminta uang pada para penumpang,

“Siang semuanya, mas,mbak,adek,bapak,dan ibu disini saya Cuma mau meminta sumbangan dari kalian, saya hanya butuh uang recehan kalian dan rasa iklas dari para penumpang sekalian” katanya dengan aroma yang berbau minuman alcohol.

Usai berkata seperti itu, Mat Codet segera mengambil plastic bekas permen dari kantong lalu dia berjalan menuju ke para penumpang satu persatu.Sebenarnya preman itu tidak memaksaagar para penumpang harus memberi uang kepadanya.

Sudah terbukti pada siang ahri itu para penumpang metromini itu ada yang memberi uang dan ada juga yang tidak memberi. Setelah melewati beberapa penumpang, sampailah dia di samping tempat duduk mahasiswi yang lagi asik bermain smartphone.

Pada siang hari itu nampaknya mahasiwi itu tidak sadar kalau Mat Codet sudah di sampingnya dengan mendekatkan kantong plastik untuk sekedar meminta uang receh pada mahasiwi itu,

“Hemmmmmmm…amal dong mbak apa salahnya ngasih recehang, ditungguin dari tadi maen handphone terus…HEmmm…Ehemmm…!!!” katanya dengan nada bicara santai sambil mencolek lengan mahasiswi itu.

Maksut Mat Codet mencolek mahasiwi itu, supaya mahasiswi itu menyadari bahwa dia meminta sumabangan pada mahasiwi itu,

“Hihhhhh…apa-apaan sih, pakai megang-megang tangan lagi, gue nggak ada receh lagian hari ginin masih minta-minta, kerja dong kalau mau dapet duit” ucap mahasiswi itu dengan nada yang tidak enak dan muka kesal.

Sebut saja mahasiswi itu dengan nama Luna. Luna yang merasa risi dengan preman itu kemudian diapun bergegas berdiri lalu pindah duduk ke bangku depan dekat supir metomini. Melihat sikap Luna yang seperti itu Mat Codet-pun kesal, matanya melotot dan dalam hatinya berkata

“Sialan gue dicuekin sama anak bau kencur, awas ya lo nanti” ucapnya dalam hati.

Mat Codet yang befitu kesal saat dia sudah selesai memintarecehan kesemua penumpang dia tidak langsung turun dari metromini, Mat Codet saat itu tetap didalam metromini namun dia duduk dibangku belakang.

Beberapa saat metromini-pun berjalan, Mat Codet yang berada di bangku paling belakang terus mengawasi Luna yang ada didepan, hal itu tida disadari oleh Luna. Metromini terus berjalan lagi, sampai pada akhirnya metrominipun berhenti didepan sebuah Mall.

untuk mencari penumpang lagi. Sebagian Penumpang-pun ada yang turun Di mall itu begitu pula Luna. Melihat Luna yang turun Di Mall itu, dari kejauhan dia membuntuti Luna tanpa sepengetahuan Luna. Dia terus membuntuti Luna yang berbelanja keluar-masuk dari beberapa outlet yang ada didalam Mall.

Mat Codet terus memperhatikan membuntuti Luna dari kejauhan dengan rasa kesal dan penuh dendam. Sampai pada saatnya Luna-pun menuju kesebuah toilet yang letaknya berada dipojok gedung, dan kebetulan saat itu suasana toilet sedang sepi sekali. Melihat hal itu Mat Codet-pun mengikuti Luna ke Toilet sembari berkata,

“Mampus Loe, bakal gue perkosa didalem toilet lu” ucapnya pelan sembari membuntuti Luna.

Nampaknya saat itu Luna tidak sadar sedari tadi terus dibuntuti oleh Mat Codet. Denganpenuh dendam Mat Codet-pun melihat sekeliling, apakah aman atau tidak. Setelah beberapasaat memeperhatikan, dia memastikan bahwa akanaman jika dia mencabuli Luna di toilet nanti.

Waktu itu Luna-pun segera masuk kedalam Toilet, setelah memastikan Di toilet itu tidak ada penjaga Mat Codetpun menyusul Luna. Bisa dibayangkan para pembaca, toilet Mall pasti hanya ada satu pintu masuk dandidalamnya ada beberapa toilet.

Sebelum masuk kedalam toilet Mat Codet meliha sebuah kursi yang ada didepan pintu masuk toilet. Melihat hal itu Mat Codet-pun membawa kursi itu masuk ke toilet dan menganjal pintu masuk dengan kursi dari dalam Toilet.

Dia melakukan hal itu dengan maksud agar tidak ada orang yang bisa masuk ketoilet selain mereka berdua. Mat Codet kemudian bersembunyi kedalam kamar toilet yang kosong sembari menunggu Luna selesai buang air kecil. Beberapa saat Mat Codet menunggu, selang beberapa menit terdengar pintu toiet yang dimasuki Luna terbuka,

“Ceklekkkkkkkk….” suara kancing pintu terbuka.

Mendengar hal itu Mat Codet-pun mulai mengintip dia dari dalam toilet dengan memanjat closet duduk. Saat itu dia melihat Luna sudah keluar dan saaat itu dia melihat Luna sedang merapikkan rok-nya di depan kaca yang dekat wastafel dalam toilet itu,

“Ini dia saatnya, mampus loe, bakal nangis darah loe hari ini” ucapnya dalam hati.

Melihat kesempatan itu, dengan cepatnya Mat Codet keluar dari kamar toiletnya lalu berlari ke arah Luna. Dari belakang dengan cepatnya Mat Codet mengalungkan tanganya keleher Luna, lalu Luna dibantin hingga jatuh kelantai toilet.

Luna yang tidak mengetahui kehadiran Mat Codet saat itu dia sungguh shock dan kesakitan karena di terbanting kelantai toilet. Saat itu Luna yang ketakutan mencoba berdiri, namun dengan gesitnya Mat Codet-pun memukul perut dan tengkuk Luna dengan kencangnya,

“Bugggg…” suara pukulan Mat Codet.

“Aduh…sakit …ampun Bang, abang mau ngapain…Aowww…” ucapnya kesakitan karena pukulan Mat Codet yang keras.

“Udah diem Loe, jangan banyak bacot, !!! awas kalau sampai loe teriak bakal gue bunuh loe disini” ucapnya mengancam Luna.

“Iya Bang, Ampun Bang, maafin saya Bang…Saya bakal kasih uang berapapun asalkan Abang melepaskan saya” ucapnya ketakutan sembari terduduk dilantai dan memegangi perutnya yang kesakitan.

“Arggghhhh…udah diem loe, gue nggak butuh duit loe” ucapnya dengan nada kesal dan penuh dendam.

Bisa dibayangkan seorang wanita mungil, bertubuh sintal seperti Luna dipukul oleh Mat Codet yang tinggi dan badanya lumayan kekar, pasti dia tidak akan berkutik. Mat Codet yang sudah dibutakan dengan rasa dendam dia menari Luna keluar dari toilet wanita menuju Toilet Pria.

Setelah mereka berdua berada didalam toilet Pria Mat Codet-pun mengganjal pintu toilet Pria. Saat itu benar-benar sepi suasana toilet Mall itu, tanpa rasa was-was Mat Codet segera meminta Luna untuk bugil,

“Sekarang lepas pakaian loe, kalau loe nurut sama gue umur lowe bakal panjang” ucapnya mengancam.

Karena melihat suasana yang sepi itu Luna berfikir hari itu tidak akan ada yang menolongnya, dia sungguh ketakutan luar biasa. Dalam hatinya berkata, kalau aku tidak menurutinya pasti dia akan benar-benar membunuhku. Lalu,

“Iya bang…Huwww…“ ucapnnya dengan menangis ketakutan.

Dengan terpaksa saat itu dia-pun segera meletakan tasnya lalu segera melepas semua pakaianya, hingga dia hanya memakai BH dan celana dalam saja. Mat Codet namapnya tidak puas dengan Itu,

“Woy itu Bra sama Celana dalem loe dilepas juga, anjing loe” ucapnya meminta agar Luna telanjang bulat.

Tanpa bisa melawan dan berkata apa-pun Luna-pun menuruti keinginan Mat Codet dengan terus menangis tersendu-sendu. Ditengah Luna sedang melepas BH dan celana dalamnya Mat Codet mengeledah tas Luna.

Tidak disangka ditas Luna ada semacam kain panjang berwarna hitam. Karena menemukan itu Mat Codet mempunyai ide untuk mengikat tangan Luna,

“Kreeeeeeeekkk…” suara kain yang terobek menjadi 2 bagian.

“Nah gitu dong kalau nurut kan enak” ucapnya.

Luna saat itu hanya bisa diam dan menutupi payudara yang montok dan kewanitaannnya dengan kedua tanganya. Rasa kesal Mat Codet yang menggebu gebu tadi, seketika berubah menjadi hawa nafsu setelah melihat keindahan tubuh Luna,

“Wah…montok gila yah buah dada Loe, enak tuh kalau dikenyot, hahaha, Apalagi memek loe itu, beuhhhhh pasti nikmat banget yah kalau gue sodok pakai kontol gue” ucapnya girang penuh nafsu sex.

“Tolong bang jangan perkosa aku, aku masih perawan bang, huhuhuhu…..” ucapnya memohon ampun sembari menangis.

“banyak bacot Loe ya, awas kalau loe sampai ngelawan, gue habisin Loe disini” ucapnya mengancam Luna.

Mendengar ancaman Mat Codet Luna-pun sudah tidak berani melawan ataypun berkata sepatah kata-pun kepada Mat Codet. Setealh itu Mat Codetpun segera mengikat kedua tangan Luna dengan kain yang dirobeknya.

Kedua tangan Luna dibentangkanya lalu diikatkan pada tempat kencing untuk laki-laki. Setelah diikat kedua tangnya, Mat Codet-pun segera membuka resleting celananya,

“Sekarang loe hisap nih kontol Gue, inget jangan sampai kena gigi Loe” ucapnya sembari memegang kejantananya dan mengarahkan ke mulut Luna.

Luna yang hanya bisa pasrah sat itu hanya bisa menuruti saja. Posisi Luna saat itu berada disela tempat kencing pria semabri jongkok dan tangan terikat. Dengan penuh rasa ragu Luna membuka lebar-leabr mulutnya.

Melihat ,ulut Luna sudah Terbuka Mat Codet-pun segera memasukan kejantanan-nya kedalam resy,

“Hisap pelan-pelan kontol Gue yah, nanti lama-lama loe juga mahir sendiri” ucapnya sembari memaju mundurkankontolnyadidalam mulut Luna.

Dengan perlahan Luna-pun mulai mengkulum penis Mat Codet. Dikulumnya secara perlahan agar tidak terkena gigi-nya,

“Ouhhhhh…nah gitu ngisepnya…jago juga ternyata Loe yah, Ouhhh…Ahhhhhh…” ucap nikmat Mat Codet.

Saat itu Luna hanya bisa menagis saja sembari terus mengkulum penis Mat Codet. Mat Codet sering mendesah nikmat saat kejantananya dikulum oleh Luna. Melihat payudara Luna yang montok dan kencang Mat Codet-pun tidak mau menyia-nyiakanya.

Dengan sedikit membungkuk dia mulai meremas remas payudara Luna,

“Eughhh…Ssshhhhh…” desah Luna tertahan karena mulutnya dipenuhi kontol Mat Codet.

Nampaknya Luna juga merasa nikmat dengan remasan Mat Codet pada payudaranya. Sembari terus memaju mundurkan kontolnya didalam Mulut Luna Mat Codet terus meremas dan sesekali dia memelintir putting Luna,

“Ughhhhh…Ssssssshhhhh…Eummm…” desah Luna sembari terus mengkulum penis Mat Codet.

“Hha, namapaknya loe udah mulai nikmati permainan sex kita, bagus deh kalau gitu” ucapnya senang melihat Luna yang mulai menikmati permainan sex mereka.

Tubuh Luna mengelincang, dia mengerakan pinggangnya kekanan dan kekri sembari terus mengkulum. Merasakan rangsangan yang diberikan Mat Codet Luna-pun mulai menggila, tanpa harus dikomado lagi Luna mengkulum penis Mat Codet dengan lihaynya,

“Ouhhhhh…Ahhhh…enak banget kuluman loe, terus kulum kayak gtu…Ahhhhhh…” ucap Mat Codet puas dengan sepongan Luna yang mulai mahir.

Beberapa saat merekamelakukan hal seperti itu. Bosan dengan kuluman Luna Mat Codet-pun segera mencabut kontolnya dari mulut Luna. Kemudian dengan cepatnya dia berjongkok didepan Luna. Jadi posisi mereka saat itu jongkok dan berhadap-hadapan.

Melihat Memek Luna yang meerah merekah dengan seidikit bulu kewanitaan, Mat Codet-pun memainkan jarinya pada bibir memekLuna,

“Ouhhhhh…Bang…Ssssshhhh…Euhhhhhhh…” desah Luna.

Namkmpanya Luna mulai merasa nimat dengan perlakuan cabul Mat Codet, seakan dia lupa bahwa saat itu diasedang diperkosa. Mat Codet terus memainkan MemekLuna, dia memainkan klitoris Resy hingga basah dengan lendir kawinya.

Mengingat perkataan Luna katanya dia masih perawan, dia-pun mulai mencoba memasukan jarinya keliang memekLuna,

“Sluppppp…Aowww…. Sakit bang…Ssssshhhh…” ucap Luna kesakitan.

“Wah Loe benar-benar perawan ye, beruntung sekali Gue dapet perawan seperti Loe…” ucapnya puas.

Setelah memasukan jarinya kedalam liang senggama Luna Mat Codet mencabut kenali jarinya. Dalm hatinya berkata, Rugi nih kalau keperawan cewek ini aku hilangkan dengan jariku. Lalu Mat Codet-pun segera melepas ikatan tali Luna,

“Sekarang kamu tiduran dilantai, tuh pakaian kamu buwat alas” ucap Mat Codet.

Tanpa menjawab Luna-pun mengikuti permintaan Mat Codet. Dia segera mengambil pakainya untuk alas dan segera merebahkan tubuhnya dilantai. Tanpa banyak berfikir Mat Codet yang sudah bernafsu kemudain segera membuka celana beserta celana dalamnya.

Lalu dia membuka lebar-lebar paha Luna kemudian memposisikan tubuhnya disela paha Luna. Luna hanya menurut saja dengan kemauan Mat Codet, entah dia sudah mulai menikmati atau dia menuruti karena ketakutan.

Dengan penuh birahi Mat Codet mulai mengesek-gesekan penis-nya pada bibir memekLuna yang sudah basah dan dia juga menciumi leher sampai berkahir pada payudara Luna,

“Ouhhhhh…. Bang…Shhhhh…geli bang…Ahhhhh…Uhhhhh…” racau Luna nampak menikmati perlakuan cabul Mat Codet.

Mat Codet-pun terus menjilati hampir semua utubuh Luna. Mahasiwi mungil bertubuh pada itu meliak liukan tubuhnya karena kegelian dengan jilatan dan gesekan penis Mat Codet pada kewanitaanya.

Memek Luna semakin basah saja dengan lendir kawinya, dan Mat Codetpun semakin gila memberi rangsangan kepada Luna. Melihat Luna yang sudah sangat terangsang, dan vagina-nya juga sudah penuh lendir kawin.

Maka saat itulah Mat Codet mulai mencoba meyodokan penisnya yang sudah ereksi maksimal,

“Zlebbbbbb…. Aowwwwww…….. sakitttttttttttt….. sakit bang…Euhhhhhhh” jerit Luna pelan.

Saat itu yang masuk baru kepala kontol Mat Codet,

“Sempit sekali yah memek loe, memek perawan memang tidak ada duanya” ucapnya sembari mencabut kontolnyalagi.

Mat Codet mencoba mengeluarkan masukankontolnyadengan perlahan, terus menerus Mat Codet mencoba menjebol keperawanan Luna. Luna terus merintih kesakitan ditengah Mat Codet mencoba merenggut keperawanannya.

Setelah beberapa kali mencoba, dengan batang penis yang kuat dan sudah ereksi maksimal Mat Codet menusukan penisnya,

“Blesssssssssssssssss…Aowwwwww……. Sakit banggggg…. Aowwwwwwww…..” jerit Luna sambil tanganya mencengkram kuat-kuat lengan Mat Codet.

“Ouhhhhh…. Akhirnya jebol juga keperawanan kamu, hahaha…” ucapnya puas sembari membiarkan kontolnya terbenam di liang senggama Luna.

Sejenak Mat Codet mendiamkan kejantanannya tertanam dalam di memekLuna. Mat Codet sengaja memberi waktu sesaat kepada Luna agar rasa sakitnya sedikit hilang. Setelah kira-kira 2 menit, Mat Codet-pun mulai mengenjot memekLuna dengan perlahan. Pelan-pelan namun pasti,

“Ouhhhhh…Huhhhh…Sakit bang, pelan-pelan bang…Aghhh…” ucap Luna kesakitan.

Mat Codet tidak berkata sepatah katapun, dia hanya terus memaju mudnurkan penis-nya di dalam liang senggama Luna. Seiring keluar masuknya kejantanan Mat Codet,kontolnyaberlumur darah perawan bercampur dengan lendir kawin mereka.

Mat Codet dengan konstan terus menggenjot Memek Luna,

“Ouhhhhh…nikmat sekali memek Loe sayang…Aghhh…” ucapnya nikmat sembari terus menjajah memek Luna dengan penisnya.

“Eughhh.. Eummmm…pelan aja bang, memek aku nyeri rasanya…Ouhhhhh…” desah Luna masih merasa nyeri karena dia baru saja kehilangan keperawananya.

Sekitar 10 menit Mat Codet menggenjot denagn perlahan. Nampanya Luna sudah mulai tidak kesakitan lagi. Saat itu dia terus mendesah nikmat, bahkan dia menaik turunkan pinggangnya mengikuti irama tusukan penis Mat Codet pada vaginanya,

“Gimana enak kan ngewe sama gue??? udah nggak sakit lagikan…Ouhhhhh…” ucap Mat Codet kepada Luna.

Saat itu Luna hanya mengangguk saja, itu tanda Luna sudah tidak kesakitan. Mat Codet terus memaju mundurkan penisnya, ditengah hubungan sex mereka tiba-tiba saja tubuh Luna bergetar, pahanya dirapatkan dan himpitan vaginaya diperkuat,

“Ahhhhhhhhhhhh…. Aku mau pipis bang…. Ahhhhhhh…” ucapnya sembari memejamkan mata dan mendongak kepalanya keatas.

“Dasar cupu Loe, itu namanya loe orgasme, hahahaha…” ucapnya tertawa puas sembari terus menggenjot memekLuna.

Melihat Luna yag sudah Orgasme, Mat Codet-pun semakin bernafsu saja. Memek Luna semakin basah dengan lendir kawinya. Mat Codet yang saat itu teringat bahwa dia sedang memperkosa Luna di toilet Mall, dia mulai cemas.

Tanpa buang waktu lalu dia mempercepat genjotan kontolnya pada Memek Luna. Selang beberapa menit, Mat Codet-pun merasa dia akan segera Orgasmenya. Saat itu semakin dipercepat saja hentakan penisnya,

“Ouhh…Plakkkk…Plakkkk…Ssssshhh…Plakkkk…Ahhhhhh…” suara hentakan penis Mat Codet pada memek Luna seiring desahan sex mereka.

Tidak lama kemudian tubuh Mat Codet mulai mengejang, genjotan kontolnya dihentikan, lalu dibenamkanlah dalam-dalam kejantanan-nya didalam memek Luna,

“Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt….Ahhhhhhhh….”

Akhirnya Mat Codet mendapatkan klimaksnya. Liang senggama Luna terbanjiri dengan sperma Mat Codet yang kental dan banyak sekali. Beberapa saat Mat Codet mendiamkan kejantananya tertanam didalam vaguna Luna.

Cerita Sex

Cerita Sex

Setelah menikmati sisa-sisa orgasmenya Mat Codet-pun segera mencabut kontolnya dari dalam memek Luna,

“Syurrrrrrr…. Syurrrrrrr….”

Termuntahkanlah sperma yang bercampur darah segar keperawanan Luna keluar dari liang senggama Luna yang merah merekah itu. Memek Luna saat itu terlihat merah sekali dengan berlumuran sperma dan darah keperawananya.

Luna terkapar lemas dialntai toilet itu. Karena Mat Codet takut ada yang memergoki perbuatanya, maka dia segera bergegas memakai celananhya kembali. Sebelum dia mengancingkan celananya dia sempat mengelap kontolnya dengan tissue yang ada di toilet itu.

Setelah merasa dia sudah rapi, kemudian dia-pun mengintip suasana didepan pintu toilet. Karena merasa aman dengan cepatnya dia-pun kabur dan membiarkan Luna terkapar lemas di dalam toilet Pria di Mall itu.

Sungguh nasib yang sial bagi Luna pada hari itu. Luna yang sejenak menghela nafas karena lemas setelah diperkosa, kemudian dia-pun segera merapikan diri. Dengan rasa perih pada vaginanya karena diperawani.

Luna keluar dari toilet Pria itu untuk segera pulang kerumahnhya. Benar-benar malang Mahasiswi cantik,mungil, dan bertubuh sintal itu. Setelah kejadian itu Luna dan keluarganya sempat melapor pada pihak yang berwajib.

Namun percuma saja melapor karena Mat Codet sudah tidak mangkal lagi ditempat biasanya. Semenjak kejadian itu Luna mepunyai trauma pada setiap preman. Dia selalu memberi uang pada pengamen maupun preman yang ada di metromini tanpa diminta sekalipun karena dia trauma.Sekian.

Leave a Reply