Cerita Sex ML Di Puncak Sama Pawang Kuda

Aku memiliki seorang pacar namanya Revan dia satu fakultas sama aku tapi beda kelas. Aku berpacaran dengan dia sudah 2 tahun lamanya. Sekedar berpacaran biasa layaknya pasangan muda mudi. Aku juga pernah selingkuh dengan teman kuliahku. Namun akhirnya balikan lagi sama Revan lagi. Namanya usia labil pasti begitulah kalau pacaran pengennya selingkuh.

Jaman sekarang pacaran anak muda udah bebas sekali. Setiap tempat sepi pasti banyak orang berpacaran mojok gitu deh. Termasuk aku dan Revan, gaya pacaran kita udah kayak suami istri sejak 5 bulan terakhir ini. Awalnya kita pacaran sehat namun lama-lama kita terkontaminasi dengan pergaulan anak masa kini.

Berciuman lalu saling berpegangan kemudian berani memegang bagian sensitive. Kita berdua sama-sama belajar gaya berpacaran anak muda sekarang. Revan lebih berpengalaman karena dia banyak referensi tentang seks. Sering melihat video porno dan gambar-gambar yang hot. Dia bahkan berani mengomentari postur tubuhku.

Aku memiliki postur tubuh yang sexy dengan payudara yang lumayan besar. Aku memakai bra ukuran 38B jadi kalau pakai kaos harus yang longgar. Biar payudaranya tidak terlihat besar. Perawanku hilang bareng dengan perjaka Revan. Kita sama-sama berjanji dan mencoba-coba melakukan hubungan seks. Berciuman hingga pegang payudara lalu turun ke bawah saling menikmati.

Belajar tentang seks dengan Revan tidak terjadi dalam satu hari. Setiap hari kita awali dengan ciuman seminggu setelah kita mencoba kita baru berani melakukan hubungan layaknya suami dan istri. Semenjak saat itu kita sering sekali melakukan hubungan di ranjang. Setiap kali pulang kuliah atau jam kosong aku dan Revan pergi ke kost. Hanya untuk memuaskan hawa nafsu sex saja.

Bagiku itu menjadi hiburan gratis dan sehat. Tetapi aku harus jaga diri dengan menggunakan kondom. Revan biasanya memakai kondom untuk melindungi diri. Takut kalau sperma masuk terus aku hamil. Pokoknya kita waspada pada diri kita sendiri jangan sampai kebablasan. Kalau pas tanggal menstruasi aku takut kalau telat. Tapi semua baik-baik saja menstruasi setiap bulan lancar.

Aku juga berani berbohong dengan orangtuaku hanya untuk bercumbu dengan Revan. Pernah aku tidak pulang alasan ada kegiatan kampus padahal aku tidur di kost Revan. Kita berdua jadi penggila seks banyak pengetahuan tentang gaya seks membuat kita semakin penasaran. Selalu ingin mencoba gaya baru itulah kita berdua.

Aku juga tidak menyangka disemester akhir ini aku justru berbuat seperti itu dengan pacarku. Tapi bisa menjadi penyemangat juga sih untuk kita berdua. Setiap hari pengennya ketemu melepas rindu dan pengen saling memuaskan satu sama lain. Sehari aja nggak ketemu Revan pasti udah nggak sabar , kirim video sexy menjadi pelepas rindu kita berdua.

Semester akhir ini kita ada praktek di lapangan selama 4 hari. Aku dan Revan tidak satu lokasi praktek terpaksa aku berpisah 4 hari dengannya. Aku mendapatkan lokasi yang sangat nyaman dengan udara dingin yang menyejukkan hati. Jika Revan kebalikan denganku dia ditempatkan di daerah panas. Sebelum berpisah aku memberikan dia bekal seks dulu.

Biar makin semengat untuk mejalani praktek lapangan. Hari Selasa tiba, kita bersiap untuk pergi ke lokasi yang sudah ditentukan. Aku hanya perjalanan 5 jam saja Revan lebih jauh lebih lama. Tibalah aku di tempat tujuan, asyik sekali tempatnya. Namanya dataran tinggi pasti banyak tempat wisatanya. Aku suka sekali berwisata cocok dengan hobiku yakni piknik.

Kebetulan di daerah dingin ini berdekatan dengan lokasi pariwisata. Yakni berkuda mengelilingi bukit. Hari pertama dan kedua disini tiada hari tanpa memakai jaket tebal. Dingin sangatlah menusuk hingga ke tulangku. Kegiatan dua hari yang padat rasanya udah pengen sekali menikmati alam. Hari ketiga ternyata hanya setengah hari saja. Setiap hari Revan menghubungiku dia takut jika aku selingkuh.

Pada hari ketiga sengaja aku matikan HP takut Revan gangguin aku. Nggak mau selingkuh sih cuma takut aja kalau dia ngribetin aku. Aku kan mau jalan sama teman-temanku. Aku udah janjian nih sama teman-temanku buat berkuda keliling bukit. Aku udah prepare pakai jaket tebal celana panjang dan sepatu olahraga.

Singkat cerita, ketika praktek selama 4 hari ini bagiku sangat terkesan. Karena di hari ke-3 aku dipaksa untuk melayani pria yang mengantar aku keliling dengan kudanya. Aku inget sekali itu hari jumat,hari pendek namun bagiku itu hari lama sekali. Aku dan temanku datang ke tempat wisata. Disana banyak sekali kuda berjejeran untuk disewakan berkeliling bukit hingga atas.

Dengan dipandu pawang kudanya kita nanti diantar kemanapun kita mau. Aku memilih kuda putih dengan mas-mas yang agak muda biar kita nyaman di perjalanan. Aku pengen naik hingga ke atas bukit kalau temanku tidak sampai atas. Aku dan mas Indra si pawang kuda itu memanduku. Aku naik diatas kuda kemudian dia menuntun kudanya menyusuri sepanjang jalan setapak itu.

Dia menuntun kudanya sementara aku mengkuti gerakan kuda nggak boleh kaku. Harus seirama dengan gerakan kuda itu. Pemandangan yang indah sekali semakin ke atas semakin dingin. Tidak ngerasa capek mungkin mas nya yang sedikit kelelahan karena nafasnya ngos-ngosan. Mas Indra itu aneh sepanjang perjalanan dia curi-curi pandang denganku.

Tapi aku nggak begitu merespon setiap candaannya dia. Yangada dipikiranku coba aja Revan satu lokasi denganku. Pasti lebih asyik cuaca mendukung sekali untuk berhubungan seks,

“mas kudanya capek nggak sih? Kalau capek berhenti dulu gih mas…”

“tenang aja mbak, kudanya udah biasa kok…”

“nih kok jalannya semakin lambat ya mas?”

“pengen yang cepat dan keras ya mbak? Sama saya aja mbak? Hehehe bercanda mbak…”ucap mas Indra

Lama-lama ngaco juga sih omongan si pawang kuda. Aku malah risih ketika candaan dia mengarah ke hal-hal yang mengarah kesitu. Jalannya nanjak sekali belum sampai atas kuda terhenti begitu saja. Aku kebingungan karena kuda secara tiba-tiba terhenti. Kata dia kudanya laper pengen makan lihat hijau-hijau di sepanjang perjalanan.

Kita berhenti dan turun dipinggir jalan setapak. Kuda dibiarkan makan rumput dan di tali dipohon dengan sangat erat. Aku dan dia menunggu sambil mencari tempat berteduh. Nggak ada gubuk, kita duduk dipinggiran semak-semak belukar. Untung aja dingin jadi nyaman duduk dimana saja tanpa merasakan panas.

Ternyata pawang kuda itu mencari kesempatan dalam kesempitan. Dia justru mendekati aku dan dengan santainya minta aku untuk melayani hawa nafsu dia. Dia bilang melihat aku itu horny pengennya negseks sama aku. Aku geram dengan ucapan si pawang itu. Dia menarik bajuku dengan paksa, dia mengecup bibriku dengan penuh kelembutan.

Aku sebenarnya ingin mengelak tapi apalah daya aku tak bisa menolak kenikmatan. Aku diam saja lama-lama aku membalas ciuman dia. Jaketku dibuka dingin semakin menyengat. Aku lihat kudanya juga diam saja tidak makan rumput. Pawang kuda itu memang benar-benar modus saja. Hanya ingin melepas gairah denganku dengan alasan kudanya pengen berhenti.

Pas jaketnya di lepas dia semakin horny karena aku memakai tangtop. Payudaraku terlihat sangat besar dan montok. Jaketku dibuat alas untuk aku terbaring, aku menatap wajahnya. Wajah-wajah mesum ada pada dirinya. Dia melepaskan ciuman dan langsung menikmati payudaraku. Dia remas payudaraku dan leherku dia jilati dengan perlahan,

“mmm…aaahhhh….aaakkkkhhh…..aaahhhh…..”

Seketika gairahku bangkit dengan nafsu yang sangat tinggi. Dia menghembuskan nafasnya di telingaku terasa geli seperti ada bisikkan. Tubuhku dikuasai hawanafsu yang sangat tinggi. Karena memang aku mudah untuk di rangsang gairahku. Dia membuka bajuku dengan cepat aku memeluk tubuhnya. Aku merasakan dingin yang sangat hebat siang itu.

Di semak belukar beralaskan jaketku aku sudah bersiap untuk melayani nafsunya. Dia menciumi kedua payudaraku dengan beringas. Tangannya sambil meremas-remas payudaraku hingga aku lemas. Aku tak ingin melepaskan pelukannya namun mau bagaimana lagi dia asyik dengan payudaraku. Dia remas kemudian dia pijat nikmat secara perlahan.

Lidahnya pun mulai menciumi putting susuku yang menonjol. Lidahnya terus menjilati putting susuku dia kulum dan dia emut,

“aaaaaaakkkhhh……aaaahhhhh…..aaaahhhhhh……..mmm….aaaahhh….”

Kedua putting susuku dinikmati pria pawang kuda itu. Dia nafsu sekali tampak dari wajahnya. Dingin yang tak terkira itu menjadi hangat ketika belaian tangan pria ini tterus membelai tubuhku. Dia berlanjut untuk menciumi tubuhku hingga ke pusar. Celana jeansku dilepas sehingga aku telanjang di depannya. Lalu dia melepas semua pakaiannya aku lihat penisnya sudah berdiri tegak. Terlihat jelas sekali aku ngak sabar pengen langsung menikmati penis itu. Dia membuka celana dalamku yang tipis. Dia membelai memekku dari atas hingga ke bawah. Tak sempat lama-lama menikmati memekku dia langsung menyodorkan penisnya ke dalam mulutku.

Dia meminta aku untuk mengulum penisnya. Aku kulum penisnya yang besar itu. ukuran penis yang lebih besar dari milik Revan. Penisnya masuk ke dalam mulutku seluruhnya. Aku kulum penisnya hingga mulutku penuh sekali. aku tarik penisnya dan aku sedot. Tanganku terus mengocok penisnya agar dia makin merasakan kenikmatan,

“aaahhh…nikmat sekali aaahh…ooohh……..aaaahhhhhhh….”

Aku emut terus aku sedot tak aku lepaskan. Dia dengan cepat melepaskan penisnya lalu kembali dengan memekku. Dia membuka memekku dengan lebarnya, kakiku mengangkang ke atas lebar sekali. Memekku terbuka sangat lebar, mulut mas Indra mendekati memekku. Aroma memekku sudah menyengat menghipnotis pawang kuda itu. Dia menjilati memekku dengan lidahnya,

“aaahhhh….mm…aaaahhh….aaakkhh…mas….aaahh…nikmat mas……”

Aku terus merintih tanpa henti ketika dia menjilati memekku. Jilatannya membuat tubuhku terus mengejang sangat kuat. Aliran darahku seakan mengalir dengan sangat deras. Jantungku berdegup semakin kencang. Aku pun mengeluarkan cairan nikmat dari memekku. Banyak sekali cairan yang aku keluarkan. Namun tak menyurutkan niat pria ini untuk terus menikmati memekku.

Lidahnya mengulum daging kecil yang ada di luar bagian memekku. Dia kecup dan dia emut nikmat sekali,

“aaaaahhh…..mas….aaaakkkhh….mas…..ooohhhh…..aahhhh……..”

Bibirku tak berhenti merintih, desahan nikmat keluar dari bibirku secara terus menerus. Mataku terpejam pasrah taka da perlawanan sama sekali. Sungguh sangat nikmat sekali dan baru pertama kalinya memekku dijilati. Ternyata nikmat ini tiada duanya, aku terus menekan kepala pria ini. Agar dia terus menjilati memekku sampai aku klimaks,

“sssshhh…mmmhh….aaahh…aaahhhh…ooohh…..aaahhh….”

Penisnya sudah bersiap dia masukkan ke dalam memekku. Perlahan dia putar-putar di depan memekku biar makin licin dan mudah untuk dimasuki penisnya. Dia putar-putar ujungnya sampai bisa masuk ke dalam memekku,

“ssslleeebbb….sslllleeebbbb….ssssllleeebbb….aaaaahhh….aaahhh…..”

Tekanan penis itu secara perlahan, setelah seluruh penisnya masuk baru dia mulai genjot. Penisnya mengenjot memekku hingga basah. Keras sekali mentok ke dalam memekku serasa pol masuk. Penisnya keluar masuk membuat aku tak kuasa menahan kenikmatan. Tangan dia meremas-remas payudaraku biar aku semakin bergairah.

Aku tak hanya diam saja aku terus menggerakkan tubuhku. Aku angkat pantatku keatas penisnya terasa tertusuk di dalam memekku,

“ooohhh…aaaahhh….mas….oohh….aaahhhh….mas………”

Sesekali dia menggoyangkan penisnya kesamping dan keatas. Aku tak tahan dengan goyangan maut itu,

“uuuhh…aaaahhh…uuuhh….aaaww…aaaaakkhh…….”

Udara yang dingin berubah menjadi panas karena keringat pria ini bercucuran. Seperti olahraga di pagi hari dia terus mengenjot penisnya tiada henti. Terhitung lama sekali dia tidak mengeluarkan pejuh, dia bisa menahan. Aku suka sekali karena pasti aku mencapai klimaksnya. Aku jepit penis Mas Indra kemudian aku lepaskan dan aku jepit lagi,

“ooohhhhh….aaaaaahhhhhh…..aaaaahhhhhh……”

Aku jepit dan aku lepaskan selama berkali-kali. Kita berdua sudah mencapai klimaks dan pada akhirnya pejuh Mas Indra keluar,

“cccccccrrrrrooooottttt……cccccrrrooooottt…..cccccccroooootttt……..”

Pejuhnya masuk ke dalam memekku banyak sekali, tanpa pengaman dengan bebasnya pejuh itu masuk ke dalam. Aku sempat terkejut sesaat biarlah yang penting aku merasakan nikmat. Kita memakai pakaian kembali dan langsung melanjutkan perjalanan kembali. Aku jadi teringat gerakan seks Pawang kuda ini keras sekali seperti kuda yang bergoyang.

Cerita Sex

Cerita Sex

Setelah mengelilingi bukit kita turun kembali aku pergi begitu saja meninggalkan pawang kuda itu. Aku terus mengingat kejadian di siang hari dengan pria pawang kuda. Bahkan aku mesum dengan beralaskan jaket di semak belukar. Seru sih gerakannya juga keras, yang membuat aku kepikiran pejuhnya masuk ke dalam memekku.

Setelah kembali ke rumah satu minggu aku test , aku lihta garisnya du. Aku hamil entah mungkin dengan pawang kuda itu. Tetapi Revan taunya aku hamil dengan dia. Dia pun tangung jawab karena dia merasa merenggut keperawananku. Biarkan kehamilan ini menjadi rahasiaku dan aku pendam sendiri sebagai ceritaku. Yang jelas aku yakin bahwa kehamilanku ini tentunya bukan dengan Revan.

Itulah ceritaku mesum dengan pawang kuda pada waktu aku praktek lapangan. Dengan cuaca dingin banyak lokasi wisata aku menikmati alam hingga akhirnya aku dipaksa untuk melayani pawang kuda. Pawang kuda yang mengantarkan aku jalan-jalan berkuda hingga naik ke bukit. Sekian.

Leave a Reply