Cerita Sex Selingkuh Dengan Penyewa Minibusku

Cerita sex ini mengisahkan hubungan sex seorang pengusaha rental minibus dengan seorang ibu muda yang menyewa minibusnya. Betapa nekatnya mereka, karena skandal sex itu dilakukan didalam minibusnya dan dilakukan diparkiran rumah sakit.

Poisisisex-Panggil saja aku Adam (nama samaran),aku adalah seorang laki-laki berusia 35 tahun yang sudah beristri dan beranak 2. Anak pertamaku laki-laki dan masih kelas 6 SD, sedangkan anak keduaku wanita dan baru berumur 4 tahun. Profesiku adalah seorang  penjul jasa rental minibus, walaupun aku baru mempunyai 2 unit minibus namun hasilnya dari jasa rental minibusku lumayan banyak.

Dari hasil ketekunanku aku sudah mempunyai rumah, 2 minibus, 1 mobil pribadi dan aku juga bisa membuatkan ruko kecil untuk istriku. Ruko yang berada dipinggir jalan yang didaerah tempat tinggalku lumayan strategis, ruko itu aku jadikan sebagai usaha istriku yaitu membuka jasa penjahit. Karena ketekunanku dan istriku usaha kamipun sama-sama maju dan hasilnya cukup memuaskan.

Kami yang merintis hidup kami dari tidak punya apa-apa, dengan hasil yang seperti itu untuk kami adalah pencapaian yang luar biasa. Saya berpedoman hidup  jika kepuasan itu akan timbul jika bersyukur, dan saya ingat jika diatas langit masih ada langit. Intinya aku dan keluarga kecilku selalu mensyukuri kehidupan kami yang sudah seperti ini.

Aku kira bayangan tentang kehidupanku sudah cukup jelas pada cerita ini, sekarang aku akan menceritakan sebuah kekhilafan yang baru pertama kali aku alami yaitu selingku dengan penyewa jasa minibusku yang bernama Mbak Alfi yang berstatus bersuami dan beranak 2 juga. Mbak Alfi ini sebelumnya juga sudah aku kenal, karena dia sering menyewa minibusku bersama keluarganya.

Aku akui diusianya yang hampir sama denganku tubuhnya memang sangat bagus. Dia berhijab, tinggi,putih hidung mancung, dan wajahnya imut sekali. Sebagai ibu muda yang berprofesi sebagai pegwai bank KSP dia terbilang wanita idaman lelaki. Bayangan saja, dia mempunyai tinggi badan 168 cm, buah dada ukuran 36 B, dan dan berat badan sekitar 60 kg.

Betapa idealnyakan dia para pembaca ???hhe. Dari pertama melihat Mbak Alfi aku memang sudah mempunyai rasa kagum dan rasa gemas kepadanya, hahaha… maklumlah namanya juga laki-laki. Sebelumnya aku tidak pernha sekalipun selingkuh, bisa dibilang aku termasuk suami yang setia, dan taat beribadah, namun entah mengapa setelah bertemu Mbak Alfi naluri nakalku mulai muncul.

Oh iya, Mbak Mbak Alfi ini bisa berkumpul dengan suaminya setiap akhir pecan saja, karena memang suaminya bekerja diluar kota  dan pulangnya setiap sabtu minggu saja.  Kurang lebih 2 bulan ini aku sering berkomunikasi dengan Mbak Alfi lewat aplikasi chating Whatsapp atau yang sring disingkat WA. Karena dia adalalh langgananku istriku tidak curiga sedkitpun.

Berawal dari berlangganan merental minibusku sampai pada akhirnya kami saling curhat tentang rumah tangga kami. Nah berawal dari situlah rasa cinta kami bersemi. Kami sering memberi support dan saling perhatian dikala kami mengalami pertengkaran dengan pasangan kami masing-masing. Betapa nyamanya sampai kami lupa jika kami sudah sama-sama berumah tangga.

Suatu ketika Mbak Alfi menghubungi aku dengan kepentingan mau menyewa minibusku dan harus aku yang mengantarkan dia. Pada hari itu Mbak Alfi meminta aku mengantarkan mertuanya untuk check up dirumah sakit. Karena memang dia langganan sekalian teman mesraku akupun tidak menolak. Seperti biasa aku tancap minibusku kerumah Mbak Alfi.

Hanya butuh waktu 15 menit aku[un sudah sampai dirumahnya. Sesampainya didepan rumah aku lihat Mbak Alfi, Ibu mertua dan adik iparnya sudah siap untuk pergi kerumah sakit. Sore itu Mbak Alfi benar-benar terlihat cantik dan menggemaskan sekali. Melihat minibusku sudah datang Mbak Alfipun segera mendekat kemobilku dan naik keminibusku bersama ibu mertuanya dan adik iparnya,

“ Sore Mas Adam, mari kita berangkat Mas, soalnya aku udah janjian dengan dokternya jam 5 sore mas, ” ucap Mbak Alfi.

“ Oh iya Mbak, tenang saja paling kita  jam setengah 5 kita sudah sampai kog, inikan baru jam setengah 4, ” ucapku lalu menginjak gasku.

“ Iya deh Mas aku percaya sama Mas Adam, nyetirnya kenceng tapi selamat sampai tujuan,hhe…, ” ucapnya.

“ hehe.. Mbak bisa saja deh, yaudah pakai ya mbak sabuk pengamanya, ” ucapku.

“ Iya Mas, ” jawabnya.

Saat itu Mbak Alfi duduk didepan sedangka adik ipar dan ibu mertuanya duduk dibelakang. Karena ada adik ipar dan ibu mertuanya kamipun mengobrol seperlunya saja saat itu, yah buwat menangulangi rasa curiga,hhe. Beberapa waktu kamipun melakukan perjalanan, aku injak gas minibusku dengan kecepatan 80 km/jam. Tepat jam setengah 5 sampailah kami dirumah sakit.

Minibus aku parkirkan di basement lalu Mbak Alfi, Ibu mertua, serta adik iparnya turun dan menuju kedalam rumah sakit. Sambil menunggu mereka selesai akupun mendengarkan musik didalam minibus dengan menyalakan AC dididalam minibusku. Kira-kira pukul jam 17:15 menit, tiba-tiba saja Mbak Alfi menghampiriku diparkiran mobil,

“ Hey Mas Adam, kasihan ih sendirian, aku temenin yah didalem, ” ucapnya sembari membuka pintu minibus lalu masuk kedalam minibus.

“ Loh kog kesini sih Mbak, ibu mertuanya kog ditinggal sih ???, ” tanyaku.

“ Biarin aja mas mertua aku udah sama adik iparku, lagian disana bosen ih, antrinya banyak banget, ” ucapnya.

“ Oh begitu, yaudah jadi seneng deh aku kalau ditemenin, hhe… Oh iya nanti kalau dicariin gimana coba ??, ” tanyaku.

“ Udah Mas tenang aja, aku tadi alesan kalau aku pusing jika bau obat dirumah sakit, jadi tadi aku bilang aku mau nunggu diluar rumah sakit  deh,hhe…, ” ucapnya menjelaskan.

“ OKe deh kalau gitu Mbak, ” kataku.

Pada sore itu Mbak alfi menggunakan kemeja jilbab, dan gamis yang ketat. Dengan menggunakan itu dia nampak sexy dan menggugah gairah sexsku. Karena melihat mbak Alfi yang begitu hot kejantanankupun mulai bereaksi. Kejantananku berkedut-kedut dan sedikit demi sedikit penisku mulai mengeras. Nggak kuat aku pokoknya menahan nafsuku sore itu.

Didalam mobil kami mengobrol dengan asik dan mesranya. Sampai-sampai kami secara tidak sadar saling berpegangan tangan. Berawal dari berpegangantangan lama kelamaan obrolan kamipun melantur jadi membicarakan tentang sex. Dari situlah kami nampaknya terbawa suasana mesum. Kami berdua mulai merasakan hawa-hawa yang mulai menjurus kearah sex.

Wajah kami saling mendekat dan mulailah kami berciuman. Aku kecup bibir Mbak Alfi dengan mesra, lalu mbak Alfi-pun membalasnya dengan mersra juga. Bibir kami saling melumat dengan lembut dengan memejamkan mata kami. Suasana didalam minibus-ku mendadak panas walaupun AC sudah menyala. Hawa nafsu yang membakar tubuh kami memicu detak jantung kami untuk beretak cepat.

Kecupan dan lumatan bibir kami lakukan secara lembut dan mesra. Lidah kami saling menjulur kedalam mulut kami secara bergantian. Tangan kami tanpa disuruh sudah memilih sasarannya masing-masing. Aku mulai meremasi payudaranya, sedangkan Mbak Alfi meremasi kejananku dari luar celanaku. Kami meremas dengan perlahan diiringi hawa nafsu yang membakar tubuh kami.

Jika hawa nafsu sudah datang, maka sesaat terlupakanlah anak dan istri yang berada dirumah. Dibalik mukanya yang cantik dan menarik ternyata Mbak Alfi mahir dalam memancing hawa nafsu lelaki. Kami berciuman sembari saling memberikan rangsangan.  Selain bibir  Mbak Alfi lembut, nafasnya juga harum. Aku lumati dengan perlahan namun penuh rangsangan sex.

Payudara yang kenyal dan besar itu aku remasi juga secara lembut dan mesra,

“ Eummmm… Sssssshhhh… OUghhhhh…,  ” desah Mbak Alfi sebari memejamkan mata.

Mbak Alfi mulai medesah itu tandanya dia sudah terbakar nafsu. Dia meremasi penisku dari luar celana dengan gemasnya,

“ Mbak, enak Mbak.. Oughhhh… terus Mbak, ” ucapku merasa nikmat.

Beberapa saat kamimelakukan hal itu dengan posisi dudukku di jog depan sedangkan mbak Alfi di jog tengah. Merasa kurang nyaman dengan posisi yang seperti itu mbak Alfi-pun memintaku aku berpindah duduk berdampingan dengannya. Tanpa banyak bicara akupun berpindah ke jog tengah. Kamipun saat itu duduk berdampingan.

Tidak kusangka Mbak Alfi langsung meminta aku melepas celana serta celana dalamku, sedangkan dia melepas celana dalamnya lalu menyibakan gamisnya keatas sampai atas pusarnya,

“ Mas, kamu pasti maukan berhubungan sex denganku, mari mas kita lakukan sekarang mumpung sepi da nada kesempatan, ” ucapnya dengan wajah penuh nafsu.

“ Iya Mbak aku mau sekali, kamu rebahan yah mbak, ” ucapku dengan kejantan yang sudah tegang.

Tanpa menjawab dia memposisikan tubuhnya dengan posisisex.com rebahan di jog minibusku. Aku yang sudah tidak sabar menikmati vagina tembemnya, maka aku segera mengangkata kedua kakinya lalu aku letakan pada pundaku. Kejantanan yang sudah ereksi segera aku arahkan dan aku gesek-gesekan pada vagina tembemnya agar basah,

“ Sssssssssshhhh…. Uhhhhhhhhhhh…. Eughhhhh…, ” desah pelan Mbak Alfi.

Aku gesek secara terus menerus vagina Mbak Alfi dengan penisku sampai basah. Lendirkawinya mulai membasahi bibir vaginanya lalu tanpa banyak berfikir segera aku benamkan penisku pada memek tembemnya,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbb… OUghhhhhhhhhhhhhhh, Mbak memek kamu enak Ahhhh…., ” kataku.

“ Eughhhhhhhhhh… kont*l kamu juga enak Mas, panjang dan besar… Eughhhhhhh.., ” ucapnya.

“ Ayo Mas buat aku melayang hari ini, Aghhhh.., ” ucapnya lagi.

“ Iya Mbak, Sssssssshhh.., ” kataku.

Segera aku menggoyangkan pinggulku maju mundur  seiring keluar masuknya penisku dari vagina tembem Mbak Alfi yang mulus itu. Aku sodok perlahan namun pasti vaginanya. Aku dan dia mendesah nikmat menikmati persenggamaan kami sore itu. Didalam minibusku aku berbuat mesum dengan istri orang, Ouhhh.. sungguh nikmat dan memicu adrenalin.

Suasana parkiran yang kebetulan sepi membuat kami merasakan ketenangan dalam berhubungan sex. Kejantananku dengan lincahnya keluar masuk dari lubang memek Mbak alfi yang tembem itu. Memang benar kata orang, jika bersetubuh dengan istri orang itu luar biasa nikmatnya. Mbak Alfi nampak senang dengan permainan sexsku, dia mendesah pelan sembari memejamkan mata.

Melihat Mbak Alfi itu hawa nafsukupun berlipat ganda. Permainan sexs yang awalnya santai berubah menjadi liar. Tusukan penisku aku percepat, dan vagina Mbak Alfi semakin basah dengan lendir kawinya,

“ Mas, Oughhhh… Ssssssshhhh… Ahhh… Ahhh… Ahhh…, ” desahnya mulai liar.

Untung saja suara mesin minibus dan suara musik menyamarkan desahan Mbak Alfi. Aku terus menyodoknnya dengan penuh gairah sex. Bosan dengan posisisex.com itu aku mulai merubah posisi sex kami. Aku turunkan kaki Mbak Alfi, lalu aku tekuk kedua kakinya dan aku rapatkan kakinya. Tanganku berpegangan pada kedua kakinya lalu aku kembali menyodok vagina lagi.

Tidak terasa sudah seperempat jam kami melakukan hubungan sex. Aku yang sudah mulai merasa tidak tahan lagi menahan air maniku aku sempatkan bertannya pada mbak Alfi,

“ Mbak, Oughhh… aku mau keluar, keluarin dimana Mbak, Ahhhhh.., ” tanyaku.

ngentot

ngentot

“ Didalam aja Mas, Eugghhhh…, ” jawabnya.

Dengan posisi sex yang masih sama akupun menggunakan tenagaku sepenuhnya, aku tusuk vagina tembem mbak Alfi dengan cepatnya,

“ Ahhhh… Ahhhh… Ahhhh… Ahhhh… Mas.. Oughhhh.. terus Mas… Eughhh…, ” desah liarnya diiringi hembusan nafasnya yang tidak beraturan.

“ Iya mbak, Ahhhhh… Ssssshhh… Mbak… Oughhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…., ”

“ Crotttttttttttttttttt…. Crotttttttttttttttttt…. Crotttttttttttttttttt…. Crotttttttttttttttttt…., ”

Keluarlah air maniku membanjiri liang senggama mbak Alfi. Kami berdua mendesah bersamaan menikmati klimaks kami. Aku semburkan semua air maniku didalam rahim Mbak Alfi, sungguh luar biasa kenikmatanya. Sedang asik-asiknya menikmati klimaks kami tiba-tiba saja HP mbak Alfi berdering, sejenak dia meraih Handphonenya lalu didiamkan saja.

Hp terus berdering sampai pada akhirnya akupun mematikan musik pada minibusku, lalu Mbak Alfi mengangkatnya telfonya,

“ Iya Buk ada apa, ” ucapnya.

Rupanya itu telefon dari ibu mertuanya, saat itu dia loudspeaker ketika menelfon,

“ Kami kesini sebentar Nak, temani ibuk periksa yah soalnya adikmu mau ke toilet, ” ucap ibu mertuanya.

“ Oh iya Buk, sebentar saya kesana, ” ucapnya.

“ Iya Nak, ” ucapnya ibunya.

Kemudian telfon itu dimatikan mbak Alfi,

“ Mas, udah yuk kita bersih-bersih soalnya aku mau temenin ibu dulu, ” ucapnya.

“ Iya Mbak, makasih yah udah buwat aku nikmat hari ini,hhe…, ” ucapku sembari mencabut peniskudari liang senggamanya.

“ Sama-sama Mas, aku juga kamu buwat nikmat kog, ” ucapnya.

Lalu aku mengambil tisu dan kamipun membersihkan kelamin kami dengan tisu. Setelah selesai merapikan diri Mbak Alfipun menyusul ibunya kedalam rumah sakit, sedangkan aku mencari warung makan untuk makan. Selesai makan akupun kembali kemobil dan ternyata mbak Alfi, Adik ipar dan mertua Mbak Alfi sudah menunggu didaparkiran.

Singkat cerita kamipun segera pulang, dan aku tancap gas minibusku dengan penuh kebahagiaan dan kepuasan sex. Begitulah cerita perselingkuhanku dengan Mbak Alfi langganan penyewa rental minibusku. Seiandulu yah para pembaca, tunggu cerita sexsku yang lain dengan Mbak Alfi yah.Selesai.

Leave a Reply